Sunday, June 19, 2016

VAKSIN CAMPAK


VAKSIN CAMPAK
Oleh Gita Perdana
(19 Juni 2016)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Penyakit campak merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak di seluruh dunia yang meningkat sepanjang tahun. Pada tahun 2005 terdapat 345.000 kematian di dunia akibat penyakit campak dan sekitar 311.000 kematian terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun. Pada tahun 2006 terdapat 242.000 kematian karena campak atau 27- kematian terjadi setiap jamnya  (WHO, 2007). Kematian campak yang meliputi seluruh dunia pada tahun 2007 adalah 197.000 dengan interval 141.000 hingga 267.000 kematian dimana 177.000 kematian terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun.  Lebih dari 95% kematian campak terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan infrastruktur kesehatan lemah (WHO, 2008).
Di Dunia diperkirakan setiap tahun terdapat 30 juta orang yang menderita campak. Pada tahun 2002 dilaporkan kematian campak di dunia sebanyak 77.000 dan 202.000 diantaranya berasal dari negara ASEAN serta 15% dari kematian campak tersebut dari Indonesia. Tahun 2005 diperkirakan 345.000 kematian di seluruh Dunia, yang terbanyak terjadi pada anak-anak (Depkes, dalam Hartati, 2008). 
Indonesia pada saat ini berada pada tahap reduksi dengan pengendalian dan  pencegahan kejadian luar biasa (KLB). Tingkat penularan infeksi campak sangat tinggi sehingga sering menimbulkan KLB. Jumlah kasus campak menurun pada semua golongan umur di Indonesia terutama anak-anak di bawah lima tahun pada tahun 1999 s/d 2001, namun setelah itu insidence rate tetap, dengan kejadian pada kelompok umur   < 1 tahun dan 1-4 tahun selalu tinggi daripada kelompok umur lainnya. Pada umumnya- KLB yang terjadi di beberapa provinsi menunjukkan kasus tertinggi selalu pada golongan umur 1-4 tahun (Depkes, 2006). 
Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2009, jumlah kasus campak di Sumatera Utara tertinggi di antara kasus penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) lainnya. Data jumlah kasus dan angka kesakitan PD3I tahun 2008 menunjukkan penyakit difteri (0 kasus), pertusis (86 kasus), tetanus (2 kasus), tetanus neonatorum (5 kasus), campak (2.917 kasus), polio (12 kasus) dan Hepatitis B (64 kasus).
Salah satu dari 17 program pokok pembangunan kesehatan adalah program pencegahan dan pemberantasan penyakit, yang salah satu sasarannya untuk mencapai Universal Child Immunization (UCI) atau imunisasi bagi semua anak pada tahun 2010 sampai di tingkat desa. Artinya pada tahun 2010, minimal 80% bayi di semua desa harus memperoleh imunisasi dasar.(Depkes, 2009).
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Campak yang dewasa ini  yang dianggap paling efektif adalah dengan cara imuniasasi, dengan tujuan  menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit Campak.  Pemberian vaksin Campak dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit Campak.Program imunisasi Campak di Indonesia dimulai pada tahun 1982, kemudian pada tahun 1991 berhasil dicapai status imunisasi dasar lengkap atau Univesal Child Imunization (UCI) secara nasional.

1.2              Rumusan Masalah
a.       Apa itu campak?
b.      Bagaimana mekanisme campak menyerang tubuh?
c.       Bagaimana cara pembuatan vaksin campak?
d.      Bagaimana proses reaksi vaksin campak terhadap tubuh?
e.       Apa saja produk di pasaran?




1.3              Tujuan Penulisan
a.       Untuk mengetahui informasi tentang campak.
b.      Untuk mengetahui tentang vaksin campak.
c.       Untuk mengetahui cara pembuatan vaksin campak.

1.4              Manfaat Penulisan
a.       Mampu sebagai sumber informasi tentang campak.
b.      Menjadi sumber informasi tentang vaksin campak.
c.       Sebagai informasi cara pembuatan vaksin campak dan produk yang tersedia di pasaran.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Uraian Campak
            Campak adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak yang
sangat menular pada anak-anak, ditandai dengan panas, batuk, pilek,konjungtivitis dan ditemukan spesifik enantem (koplik”s spot), diikuti oleh erupsi makulopapular yang menyeluruh. Bahaya penyulit penyakit campak di kemudian hari adalah kurang gizi sebagai akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca campak, sindrom subakutpanensifilitis (SSPE) pada anak > 10 tahun dan dan munculnya gejala penyakit tuberkulosis paru yang lebih parah pasca mengidap penyakit campak yang berat yang disertai pneumonia (Ranuh, dkk 2002).

2.2       Mekanisme Campak
Penyakit Campak disebabkan oleh virus Campak yang termasuk golongan paramyxovirus. Virus ini berbentuk bulat dengan tepi yang kasar dan begaris tengah 140 mm, dibungkus oleh selubung luar yang terdiri dari lemak dan protein,
didalamnya terdapat nukleokapsid yang bulat lonjong terdiri dari bagian protein yang mengelilingi asam nukleat (RNA), merupakan sruktur heliks nukleoprotein yang berada dari myxovirus. Selubung luar sering menunjukkan tonjolan pendek, sa tu protein yang berada di selubung luar muncul sebagai hemaglutinin.


Gambar Virus Campak

Virus Campak adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan yang kuat, apabila berada diluar tubuh manusia virus Campak akan mati. Pada temperatur kamar virus Campak kehilangan 60% sifat infektisitasnya selama    3 – 5 hari. Tanpa media protein virus Campak hanya dapat hidup selama 2 minggu dan hancur oleh sinar ultraviolet. Virus Campak termasuk mikroorganisme yang bersifat ether labile karena selubungnya terdiri dari lemak, pada suhu kamar dapat mati dalam 20% ether selama10 menit, dan 50% aseton dalam 30 menit.13
Virus Campak ditularkan dari orang ke orang, manusia merupakan satu-satunya reservoir penyakit Campak . Virus Campak berada disekret nasoparing dan di dalam darah minimal selama masa tunas dan dalam waktu yang singkat setelah timbulnya ruam. Penularan terjadi melalui udara, kontak langsung dengan sekresi hidung atau tenggorokan dan jarang terjadi oleh kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan sekresi hidung dan tenggorokan.16
Penularan dapat terjadi antara 1 – 2 hari sebelumnya timbulnya gejala klinis sampai 4 hari setelah timbul ruam. Penularan virus Campak sangat efektif sehingga dengan virus yang sedikit sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang.

2.3       Proses Pembuatan Vaksin Campak
Menurut Wibowo, vaksin campak termasuk vaksin yang dilemahkan, adapun proses pelemahan virus sebagai berikut :
Virus virulen dapat dibuat menjadi kurang virulen (attenuated) dengan cara menumbuhkan virus tersebut pada sel inang yang berbeda dari sel inang normal atau dengan cara mengembang-biakkan virus tersebut pada suhu non
fisiologis. Mutan yang mampu berkembang biak lebih baik dibanding virus tipe liar (wild type) pada kondisi selektif tersebut akan meningkat selama replikasi virus. Jika mutan tersebut diisolasi, dimurnikan, dan diuji patogenisitas pada model yang tepat, beberapa tipe mutan dapat memiliki sifat patogen yang lebih rendah dibandingkan induknya.
Mutant tersebut merupakan kandidat yang baik sebagai vaksin karena mereka tidak lagi berkembang dengan baik pada inang alaminya tetapi memiliki kemampuan bereplikasi yang cukup tinggi sehingga dapat menstimulasi respons imun, tetapi tidak menimbulkan penyakit.

Gambar Alur Pelemahan Virus

2.4       Proses Reaksi Vaksin
Imunisasi campak merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah penyakit campak pada anak karena termasuk penyakit menular. Kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi campak adalah satu kali pada umur 9-11 bulan. Cara pemberian imunisasi campak ini diberikan melalui subkutan. Imunisasi ini mempunyai efek samping seperti terjadinya ruam pada tempat suntikan dan panas. Angka kejadian campak juga sangat tinggi dalam memengaruhi angka kesakitan dan kematian anak.

 2.5       Contoh Produk Di Pasaran

Vaksin Campak Kering Diproduksi dari Biofarma (Produk Di Pasaran)
KOMPOSISI
Tiap dosis (0,5 mL) vaksin yang sudah dilarutkan mengandung:
Zat aktif:
• Virus Campak strain CAM 70 tidak kurang dari 1.000 CCID50*
* CCID50 = Cell Culture Infective Dose 50
Zat tambahan:
• Kanamisin sulfat tidak lebih dari 100 mcg
• Eritromisin tidak lebih dari 30 mcg
Pelarut mengandung :
• Air untuk injeksi
INDIKASI
Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit campak.
CARA KERJA OBAT
Merangsang tubuh membentuk antibodi untuk memberi perlindungan
terhadap infeksi penyakit campak.
POSOLOGI
Vaksin dilarutkan dengan pelarut vak- sin campak kering produksi
PT Bio Farma sebanyak 5 mL pada setiap vial
10 dosis dan 10 mL pada setiap vial 20 dosis.
Imunisasi campak terdiri dari satu dosis tunggal 0,5 mL disuntikan



BAB III
KESIMPULAN

            Campak adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak yang sangat menular pada anak-anak, ditandai dengan panas, batuk, pilek,konjungtivitis dan ditemukan spesifik enantem (koplik”s spot), diikuti oleh erupsi makulopapular yang menyeluruh. Penyakit Campak disebabkan oleh virus Campak yang termasuk golongan paramyxovirus. Virus Campak ditularkan dari orang ke orang, manusia merupakan satu-satunya reservoir penyakit Campak . Virus Campak berada disekret nasoparing dan di dalam darah minimal selama masa tunas dan dalam waktu yang singkat setelah timbulnya ruam. Virus virulen dapat dibuat menjadi kurang virulen (attenuated) dengan cara menumbuhkan virus tersebut pada sel inang yang berbeda dari sel inang normal atau dengan cara mengembang-biakkan virus tersebut pada suhu non fisiologis.



DAFTAR PUSTAKA

Depkes, 2009. Imunisasi Campak. Jakarta: Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan http://www.depkes.go.id/index.php/component/search/imunisasi %2Bcampak.html?searchphrase=all&start=20 [Accessed 14 Maret 2010]

WHO. 2008. Measles. http://www.who.int.

Kemenkes RI. 2010. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009. Jakarta.

Hidayat, Aziz Alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Salemba Medika, Surabaya.

Hapsari, E.D. 2004. Kontribusi Penting Menyelamatkan Persalinan Sehat dan Buku KIA. http://www.io.ppi-jepang.org. Diakses 20 Mei 2016.

Rampengan. 2008. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta.

Soegianto, Soegeng. 2007. Ilmu Kesehatan Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

WHO. 2007. Manual For The Diagnosis Of Measles and Rubella Virus Infection. http://www.who.int/immunization_monitoring. Diakses 20 Mei 2016.


Wahab, Samik. 2002. Sistem Imun, Imunisasi dan Penyakit Imun. Widya Mediak, Jakarta.

Tuesday, May 3, 2016

SISI LAIN PRAKTIKUM (PART 1)

     
Sebelum Praktikum 1

Sebelum Praktikum 2
     Untuk anak kuliahan terutama anak eksakta yang memiliki praktikum di laboratorium, pasti wajahnya beda dengan anak kuliahan yang kuliah di noneksakta apalagi kalau tidak ada praktikum di laboratorium. Wajah anak praktikum itu serius, senyumnya dikit, mulutnya kadang komat-kamit sendiri untuk menghafal materi, wajahnya lesu dan pucat karena makannya dikit dan kadang gak sempat makan, pakaiannya agak lusuh, dan aroma tubuhnya yang "hmm" karena gak sempat nyemprot parfum. Berbanding terbalik dengan anak tidak praktikum yang ada senyum lebar, pakaian selalu rapi, aroma tubuhnya semerbak sampai radius 5 meter ke segala arah. 

       Praktikum di laboratorium punya durasi waktu dan itu tercantum dikontrak akademik, yaitu 2 jam 30 menit paling lama. Tetapi kejadian selama ini, jam praktikumnya lebihnya lama. Waktu kami semester 4, kami pernah praktikum mulai dari jam 2 siang sampai jam 7 malam, ada 5 jam kami praktikum, 2 kali lipat waktu yang dibayangkan. Maka dari itu, banyak kawanku kadang kelihatan kehidupan aslinya. Ada kawanku, Mulyo namanya. Waktu praktikum masih siang atau sore atau matahari masih ada dan terang, masih kelihatan jantan dia, sangar, gagah, penuh dengan wibawa. Tetapi, ketika matahari mulai tenggelam dan hari mulai gelap, berubah dia. Suaranya mulai mengecil, geraknya agak gemulai, dan kemudian mendekatiku, terus bilang ke aku "Boleh pinjam kertas untuk Mimi?" (sambil dia nunjuk ke dirinya sendiri), aku langsung syok, langsung mundur teratur,  takut tertular metamorfosis yang dia alami.

     Sebelum masuk praktikum, kami biasanya baris terlebih dahulu di depan pintu laboratorium. sebelum kami baris, kami bertebaran di depan laboratorium, ada yang berdiri sambil megang buku penuntun praktikum, ada yang ngumpul-ngumpul bareng kawannya terus ngobrol asyik, ada yang lagi duduk mojok sendiri karena gak punya teman, macam-macam aktivitas. Yang anehnya itu ketika abang atau kakak asisten laboratorium menyuruh kami untuk baris, ada kawanku yang mendadak jadi atlet lari cepat (sprinter). Dari jarak kurang lebih 30 meter dari pintu laboratorium, dia ambil ancang-ancang dan ketika asisten laboratorium bilang "BARIS", wuss, langsung dia lari cepat (sprint) untuk mengambil barisan paling depan. 

     Waktu kami baris mau masuk ke dalam laboratorium, ada namanya responsi awal dan mencheck kelengkapan alat praktikum. Responsi awal adalah pra tes atau tes pendahuluan secara lisan kepada praktikan (orang yang mau melakukan praktikum) berupa pertanyaan seputar materi yang akan dipraktikumkan, Dan cek kelengkapan alat adalah mencheck alat-alat praktikum dan kelengkapan proteksi diri seperti jas lab, kaos kaki, sepatu, dan lain-lain apakah sudah lengkap atau belum. Kalau ada alatnya yang tidak lengkap walaupun satu alat saja, belum boleh masuk laboratorium. Jadi ada kejadian kawanku, masuk dia kebarisan sambil sesak napas karena lari-lari, waktu check kelengkapan proteksi diri, kaos kakinya beda warna. Yang disuruh itu pakai kaos kaki hitam, yang dipakainya kaos kaki putih. Dia kebingungan, terlihat sama dia aku lagi pegang spidol hitam, langsung direnggutnya spidolku, langsung dihitamkan kaos kakinya pakai spidol tadi. Cukup lama dia mewarnai kaos kakinya, ternyata asisten laboratoriumnya usil, waktu selesai dia mewarnai kaos kakinya yang sebelah. Asisten laboratoriumnya menyuruh dia masuk ke laboratorium dengan kaos kakinya yang warna kaos kaki kanannya warna hitam dan sebelah kirinya warna putih. Terus gaya jalannya berubah, yang tadinya agak ngangkang, jadi catwalk gaya jalannya.

     Praktikum ada 2 jenis berdasarkan model kerjanya, yaitu praktikum individu (perorangan) dan praktikum berkelompok. Kalau praktikumnya perorangan, kita tidak butuh kerjasama degan praktikan lain. Tetapi kalau praktikumnya berkelompok, kita butuh kerjasama ketika praktikum. Nah, orang-orang yang satu kelompok dengan kita, ada 4 sifatnya. Mari kita bahas ...

(Bersambung........)

Friday, April 15, 2016

GONDOLA INDONESIA

Gondola Indonesia 
    Gondola adalah perahu dayung tradisional asal Venesia, Italia. Gondola merupakan sarana utama di venesia selama berabad-abad dan masih memegang peranan penting dalam sistem transportasi publik di sana sampai saat ini. Gondola ini juga menjadi maskot Venesia dalam menawarkan pariwisata di daerah mereka.Gondola ini akan menyusuri daerah Venesia melalui kanal-kanal yang ada di sela-sela wilayah ini. Dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, Gondola ini akan mengantar kita menikmati keindahan alam dan suasana pemukiman yang unik di Venesia. 
     Dan sensasi "Gondola" ini bisa kita rasakan tanpa harus ke Italia. Berandan, Sumatera Utara tepatnya di Pulau Perlis, kita dapat merasakan sensasi "Gondola" ini. Kita akan diseberangkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Perlis Berandan dan tanpa harus merogoh kocek dalam. Sama dengan "Gondola Venezia", Gondola ini juga menjadi transportasi penting untuk masyarakat sekitar sampai saat ini. Sudah berpuluh-puluh tahun "Gondola" ini membantu masyarakat yang akan datang atau pergi ke wilayah Perlis Berandan. Masyarakat Perlis Berandan memang bergantung pada daratan Sumatera terutama Berandan karena akses fasilitas di Pulau tersebut yang terbatas. Contohnya seperti akses kesehatan dan ekonomi (pasar) yang hanya ada di Berandan daratan. Namun, walaupun akses yang belum lengkap, pemerintah setempat sedang membangun fasilitas. Sehingga kedepan, peningkatan pendapatan warga lokal dapat tumbuh dari sektor pariwisata. Banyak potensi wilayah pariwisat yang dapat dikembangkan, seperti hutan bakau yang dapat dijadikan ekowisata dan perkampungan nelayan  dipinggiran pulau tersebut yang bisa dijadikan objek eduwisata. Kemudian komoditi terasi yang bisa dikembangkan pasarnya. 

Penasaran? 
Masih banyak sensasi luar negeri ada di dalam negeri.

Wednesday, April 13, 2016

GAGA DIPERSIMPANGAN (Part 2)

         


              Selesai melaksanakan sholat ashar, kami bergegas masuk ke dalam Aula mesjid, ketika aku masuk, baru kali ini aku merasakan aula ini penuh sesak. Bahkan pendingin yang ada di aula ini tidak mampu lagi mendinginkan ruangan yang penuh dengan lautan manusia ini. Ketika aku dan Fojin mulai mencari tempat duduk, semua mata tertuju pada kami berdua sambil tersenyum. Aku membalas senyum kosong dan mataku tak henti-hentinya untuk mencari tempat kosong. Sekilas ku memandang ke arah depan, kulihat ada tangan melambai-lambai. Setelah kuperhatikan itu adalah tangan Bang Arai. Bang Arai adalah abang kelas ku dikampus, beliau adalah pimpinan organisasi tingkat fakultas di kampusku. Beliau sekarang sedang fokus pada pergantian pengurus sembari menyelesaikan peneletian beliau. Bang Arai adalah mahasiswa yang unik, karena beliau agak sulit berkomunikasi karena menurutnya semua kata atau kalimat yang dikeluarkan oleh pimpinan harus dipikir matang-matang. Beliau sering menghentikan pembicaraan dipertengahan hanya untuk mencari kalimat atau kata yang akan digunakannya. Sungguh orang yang sangat berhati-hati. Langsung saja aku mengahmpiri beliau, ternyata beliau telah menyiapkan tempat duduk untuk kami berdua. Lalu kami duduk, dan Bang Arai bertanya,”Lama sekali kalian kesini, ada kuliah ya?”, lalu kami berdua serentak berdua menjawab, “Iya bang”. Kemudian bang Arai tersenyum melihat reaksi kami tadi.
                Dilanjutkanlah acara diskusi sore itu, setelah dibuka oleh muderator, permasalahannya adalah organisasi kampus sedang mencari sosok pemimpin-pemimpin yang layak untuk melanjutkan organisasi kampus. Lalu munculah beberapa pandangan termasuk par senior kami yang terus beradu argumen dan pendapat mengenai hal tersebut. Aku hanya menyimak sambil mataku agak tertutup karena aku merasa mengantuk setelah mengikuti perkuliahan mulai dari pagi tanpa henti. Hingga pada akhir diskusi dipilihlah beberapa nama yang akan ditunjuk sebagai pimpinan organisasi di kampus. Ada 3 organisasi yang akan melakukan perganitian kepengurusan, yaitu Organisasi Keluarga Mahasiswa Tingkat Fakultas, Jurusan, dan Konsentrasi. Dalam hati, aku terus memberontak untuk tidak mengikuti diskusi ini lagi, aku sangat ingin pulang dan istirahat lalu mengerjakan tugas-tugas kuliah serta beberapa berkas beasiswa yang harus ku lengkapi. Ditambah lagi beberapa karya tulis ilmiah yang sedang berjalan aku kerjakan, semua itu membutuhkan waktu, energi, dan ide yang tidak sedikit. Sementara orang-orang diruangan berbicara, aku terus membayangkan tugas-tugasku. Tubuhku sudah gelisah, namun tempat dudukku seperti memiliki medan magnet yang menarik tubuhku terus untuk tetap duduk dibangku tersebut.
                Hari semakin sore, diskusi masih berjalan, aku terus memperhatikan sampai pada agenda penentuan nama-nama yang akan diangkat sebagai pimpinan. Ketika forum ditanya siapa yang bersedia untuk menjadi pemimpinan organisasi selanjutnya, seluruh isi ruangan senyap. Tak ada suara sedikitpun yang keluar, sangat berbeda ketika diskusi diawal sebelumnya. Ditunggu oleh muderator beberapa menit. Setelah beberapa menit ditunggu dan tidak ada respon, maka muderator mempersilahkan para hadirin diskusi untuk menyampaikan rekomendasi nama-nama yang akan dicalonkan, setelah dicalonkan maka disepakati oleh forum siapa-siapa saja yang akan menjadi pimpinan tetap kedepannya. Tak lama kemudian, seorang wanita mengangkat tangannya dari barisan wanita yang barisannya lebih banyak dari pada barisan laki-laki. Beliau adalah Kak Wadah, beliau adalah kakak kelas yang sulit ditebak menurutku. Namun, walaupun sulit ditebak, beliau sudah berkontribusi banyak terhadap aktivitas kemahasiswaan. Beliau terkenal sebagai mahasiswi yang aktif dan memilki wawasan ilmu yang luas. Beliau juga memiliki jaringan nasional. Beliau mulai berbicara mengenai pendapatnya dan rekomendasinya dengan logat minang. Karena kak Wadah adalah seorang wanita dari minang namun bermarga batak.                 Beliau mencalonkan Lido sebagai pimpinan organisasi Fakultas, kemudian fojin sebagai pimpinan organisasi jurusan dan Ahmad sebagai pimpinan organisasi departemen. Seluruh khalayak forum terdiam dan kemudian muderator menanyakan kembali siapa yang memiliki rekomendasi untuk pimpinan organisasi tersebut.
Selanjutnya, mengangkat tangan kembali dari barisan mahasiswi. Dia adalah Alda, mahasiswi yang satu angkatan denganku. Dia berasal dari jakarta, ada kesan aneh pertama kali bertemu dengannya. Teringat dalam memoriku, Saat itu ketika orientasi kampus yang diadakan di fakultasku. Dia begitu aktif dan sering berbicara di depan umum. Namun, di penghujung agenda orientasi, Alda dipersilahkan oleh kakak dan abang panitia untuk mengungkapkan kesan dan pesannya selama mengikuti orientasi selama 3 hari. Yang menarik dari pernyataannya adalah alda tidak menyangka akan masuk ke universitas di medan ini. Alda pernah mendengar kota medan tetapi alda mengira kota medan adalah kota yang tertinggal dan jauh dari kata modern, sontak seluruh ruangan menyoraki alda karena mayoritas mahasiswa baru berasal dari medan dan sekitarnya, namun dengan tenangnya didepan orang banyak, dia hanya tersenyum dan memohon maaf ternyata medan tidak seperti apa yang dipikirkannya. Dan setelah menyampaikan kesan dan pesan, seluruh ruangan bertepuk tangan seolah baru mendengar pidato kebangsaan yang disampaikan oleh tokoh nasional. Sungguh memori yang lucu menurutku. Kembali pada pendapat dan rekomendasi pada diskusi ini, dia mencalonkan


Bersambung...

Sunday, April 10, 2016

GAGA DIPERSIMPANGAN (Part 1)


                Celanaku bergetar, fokusku langsung buyar ketika aku sedang di dalam kelas. Hari ini jadwal kuliahku memang padat. Mulai dari pagi sampai sore, aku terus masuk kelas. Ini terjadi karena belakangan ini kami memang jarang masuk kelas karena jadwal pengajar/dosen kami yang bentrok. Karena 2  minggu lagi kami akan ujian, maka minggu ini adalah minggu padat kami untuk mengganti kuliah. Ku buka handphoneku yang ada di dalam saku celanaku. Ku buka layar utama, dan tertulis bahwa ada 5 pesan masuk dan 3 pesan dari online chatku. Ku tutup kembali handphoneku dan kembali aku fokus pada kuliahku. 30 menit kemudian, selesai sudah materi kuliah kami untuk hari ini, dan kami berhamburan keluar ruang kuliah dan bergegas untuk pulang. Sementara teman-teman yang lain pulang, aku berjalan menuju mesjid untuk melaksanakan sholat Ashar. Sambil berjalan, ku buka kembali handphoneku dan kubaca pesan-pesan masuk tadi.
                Aku adalah salah satu mahasiswa disalah satu Universitas di Kota Medan. Aku mengambil jurusan dibidang kesehatan. Namaku Gaga Pratama, namun teman-teman kampusku lebih sering memanggilku “Kang Gaga”. Aku bisa menebak mengapa teman-temanku memanggil namaku seperti itu. Pertama, Aku dibesarkan dari keluarga jawa yang lahir di sumatera. Daerah kelahiranku kebanyakan orang suku jawa walaupun orang-orang asli diwilayah kami adalah orang yang bersuku batak dan melayu. Hanya berbicaraku memang agak bercampur. Aku sering menggunakan istilah jawa tetapi irama berbicaraku agak kebatak-batakan dan melayu. Dan banyak pemuda diwilayahku juga seperti itu. Jika dikampus, aku sering terbawa model komunikasi seperti dikampung. Kedua, aku dan teman-teman sekelas dikuliah pernah mencetak jaket angkatan. Kami mencetak jaket untuk kami sendiri dan setiap jaket diberi nama sesuai pemiliknya. Aku meminta di jaketku di tulis nama “Akang Gaga” dan teman-temanku tertawa melihat nama pada jaketku. Di kelas, aku dekat dengan teman-teman kuliahku, namun ada 5 orang yang menurutku sering bersama denganku dalam mejalani kehidupan kampus ini.  Mereka adalah Lido, Rifa, Fojin, Ofi, dan Gartam.
                Dari 5 pesan yang masuk di handponeku, semuanya adalah pesan masuk dari para seniorku dikampus. Ini sangat jarang terjadi. Biasanya, sms yang masuk dari orangtuaku yang menanyakan kabar, teman yang menanyakan tugas kuliah, atau operator kartu yang menginformasikan tentang promo atau tenggat pulsa yang sudah mau habis. Langsung aku buka sms-sms itu. Ketika ku buka semua inti pesannya sama, yaitu meminta aku untuk ikut pada rapat yang akan dilaksanakan di dekat mesjid. Kebetulan di dekat mesjid ada ruang besar yang disediakan untuk kegiatan mahasiswa dan juga digunakan untuk menampung jamaah yang berlebih.
Terbesit dipikiranku tentang isu-isu yang beredar di kampus bahwa sekarang sedang masa pergantian pengurus organisasi terutama organisasi yang ada di fakultasku. Aku berpikir apakah mungkin ini adalah rapat tentang menaggapi hal ini? Apa pantas aku mengikuti rapat yang penuh dengan kebijakan penting ini? Atau jangan-jangan aku menjadi target man untuk meneruskan kepengurusan? Aku terus berpikir dan berharap agar aku tidak menjadi ketua pada salah satu organisasi kampus karena aku tidak sanggup. Aku sudah dapat membayangkan bagaimana repot dan sibuknya seorang pimpinan organisasi dalam menjalankan organisasi. Belum lagi hubungan yang harus dijaga antara hubungan horizontal yaitu bersama teman-teman kampus dan hubungan vertikal yaitu bersama pihak birokrasi kampus atau pihak eksternal kampus.
Hatiku terus bergemuruh seakan-akan memberikan sinyal bahwa akan ada sesuatu terjadi. Badanku berkeringat dan bajuku basah karena keringatku sendiri padahal hari mendung dan angin dingin mengalir disela-sela tubuhku selama perjalanan menuju mesjid. Aku melihat sekeliling dan sepintas, aku melihat teman sekelasku, Fojin. Dia adalah mahasiswa yang murah senyum, walaupun beberapa kali tertidur dikelas, dia memilki nilai yang cemerlang di kelas, bahkan belakangan banyak mahasiswi-mahasiswi yang dekat dengannya karena wataknya yang mudah mencair. Aku berpikir bahwa dia lebih pantas untuk dijadikan pimpinan organisasi karena karakter yang dia miliki menurutku sudah pantas untuk itu. Apabila pun ada yang menjadi lawannya dalam pemilihan nanti, maka lawannya pasti akan kalah telak. Aku mulai berjalan mendekatinya dan mengucapkan salam sembari meneruskan perjalanan bersama menuju mesjid. Ketika kami sudah sampai dipintu mesjid, tak kusangka ia bertanya “Ga, Kamu dapat sms dari bang Jen?” lalu aku menjawab “ya, kenapa rupanya?”, lalu dia senyum dan mengatakan” selesai sholat, kita bareng ke Aula mesjid ya, aku juga dapat sms dari bang Jen”.


Bersambung....